Cara mengatasi Flu Burung
Tidak perlu panik menanggapi berita tentang maraknya kasus flu burung. Dengan penanganan yang tepat, virus flu burung atau avian influenza (AI) daging atau telur ayam tetap layak dikonsumsi. Virus AI dalam daging ayam akan mati dalam pemanasan 80 derajat celcius selama satu menit sedangkan pada telur ayam virus AI mati pada pemanasan 64 derajat celcius selama 4,5 menit.
Dirjen Bina Produksi Peternakan Deptan Sofjan Sudardjat mengatakan hal itu di Jakarta, akhir pekan lalu.
“Dengan suhu sebesar itu virus influensa pada daging atau telur unggas akan mati, sehingga daging maupun telur ayam tersebut tidak membahayakan jika dikonsumsi,” katanya.
Sofjan menegaskan, pihaknya akan menangani wabah AI dengan melaksanakan vaksinasi dengan vaksin AI in-aktif.
Subtipe vaksin itu akan ditentukan hasil pemeriksaan anti serum. Flu burung dapat menular melalui jabat tangan dengan orang yang pernah memegang unggas terserang virus itu. Selain itu, media penularan lainnya adalah alat atau sarana yang dimanfaatkan untuk memberi makan makan atau minum unggas yang telah terserang virus itu. Gejala ayam yang terserang virus itu adalah nafsu makan menurun dan biasanya dalam kurun waktu tiga hari unggas yang terserang virus tersebut akan mati. Pengobatan terhadap unggas yang telanjur terserang virus influensa tersebut sangat sulit. Namun, langkah pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan banyak sinar matahari pada unggas. Karena, virus tersebut lebih suka berada di daerah gelap.

Tinggalkan Balasan