Leptospira Pomona
Leptospira Pomona
Leptospira Pomona pertama kali diisolasi oleh Clayton dan asistennya ( 1937) dari kota Pomona Queensland. Australia. Proses isolasi ini diambil dari penderita demam 7 hari yang diderita oleh pekerja kandang.
Distribusi dan Transmisi
Leptospira Pomona dikenal menyebar keseluruh negara didunia. Jenis ini merupakan serotype yang paling umum ditemukan pada sapi dan babi. Kontak hewan sehat dengan hewan yang menderita leptospiruria diyakinkan sebagai metode transmisi penyakit yang paling penting, walaupun sebagian urin menyebar melalui air yang digunakan di kandang. Leptospira jenis ini masuk melalui membrane mukosa dari hidung, mulut, konjungtiva, dan permukaan kuit yang terbuka ketika hewan itu minum. Penghirupan aerosol yang diproduksi oleh urin dari hewan sakit pada lantai bersemen juga dimungkinkan sebagai sarana penyebaran penyakit.Kasus ini ditemukan setiap bulan selama musim panas dan diyakinkan laju penyebarannya tergantung dari banyak variabel. Meliputi pH air, kualitas sanitasi kandang, dan perubahan cuaca.
Morfologi
Leptospira Pomona sulit dibedakan secara morfologi, dengan panjang rata-rata 8-12µ dan dengan tebal 0,1-0,2µ. Bakteri ini berbentuk spiral dan bergelombang, dengan ujung yang menyerupai kait bakteri ini tidak berflagela, motil secara aktif dengan bentuk gerakan berputar. Leptospira tidak dapat dicat dengan pewarna anilin. Namun giemza dan Hoyer’s Congo Red mampu menampilkan morfologi dari bakteri ini dengan pengecata giemza bakteri ini tercat ungu kemerahan.
Media uji Biokimia
Media yang paling baik untuk menumbuhkan leptospira adalah plat agar darah. Bakteri ini tumbuh maksimum pada suhu 28,5 ̊ – 29,5 ̊ C dengan rentang pH 7-8
Patogenesis
Hospes alami dari bakteri ini adalah manusia sapi, babi, kuda, kambing, dan anjing, sementara hampir semua hewan diketahui cukup rentan. Gejala infeksi akut sangat sedikit, tidak terdeteksi atau dalam bentuk subklinis.
Pada sapi proses variasi penyakit muncul dalam gejala demam turunnya nafsu makan ambing yang lembek dengan turunya produksi susu bahkan susu tercampur darah, abortus, haemoglobinuria, anemia, ikhterus dalam jumlah sedikit dan kematian. Proses infeksi karena bakteri ini hanya bisa dipastikan melalui tes serologis kecuali tingkat abortus sangat sering atau tinggi. Abortus yang terjadi pada usia 2 sampai 3 bulan sering terjadi walaupun kasus epedemik dari abortus, 10 hingga 40% -nya hanya ditemukan 5% yang disebakan oleh leptospira. Haemoglobinuria hanya ditemukan pada ruminant dan berasosiasi dengan hemolisin yang diproduksi leptospira Pomona.
Diagnosis dan Pengobatan
Diagnosis sangatlah penting untuk menyadari bahwa kemunculan antibodi yang mencegah lisisnya agglutinin tidak terlalu penting untuk menunjukkan infeksi walaupun hewan yang sembuh dapat berstatus positif selama setahun. Dengan modifikasi tes hemolisa cox untuk serum sapid an babi menunjukan bahwa hewan yang positif tes tersebut berasosiasi secara dekat dengan tingkat ketahan dari sapid an babi. Sangat menarik bahwa tes tersebut sangat spesifik untuk genus-genus tertentu walaupun infeksi akut karena semua serotype perlu diyakinkan kembali.
Pengobatan

Tinggalkan Balasan