Cara mengatasi Flu Burung

•Desember 12, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tidak perlu panik menanggapi berita tentang maraknya kasus flu burung. Dengan penanganan yang tepat, virus flu burung atau avian influenza (AI) daging atau telur ayam tetap layak dikonsumsi. Virus AI dalam daging ayam akan mati dalam pemanasan 80 derajat celcius selama satu menit sedangkan pada telur ayam virus AI mati pada pemanasan 64 derajat celcius selama 4,5 menit.
Dirjen Bina Produksi Peternakan Deptan Sofjan Sudardjat mengatakan hal itu di Jakarta, akhir pekan lalu.
“Dengan suhu sebesar itu virus influensa pada daging atau telur unggas akan mati, sehingga daging maupun telur ayam tersebut tidak membahayakan jika dikonsumsi,” katanya.
Sofjan menegaskan, pihaknya akan menangani wabah AI dengan melaksanakan vaksinasi dengan vaksin AI in-aktif.
Subtipe vaksin itu akan ditentukan hasil pemeriksaan anti serum. Flu burung dapat menular melalui jabat tangan dengan orang yang pernah memegang unggas terserang virus itu. Selain itu, media penularan lainnya adalah alat atau sarana yang dimanfaatkan untuk memberi makan makan atau minum unggas yang telah terserang virus itu. Gejala ayam yang terserang virus itu adalah nafsu makan menurun dan biasanya dalam kurun waktu tiga hari unggas yang terserang virus tersebut akan mati. Pengobatan terhadap unggas yang telanjur terserang virus influensa tersebut sangat sulit. Namun, langkah pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan banyak sinar matahari pada unggas. Karena, virus tersebut lebih suka berada di daerah gelap.

Waspada Penyakit Anthrax

•Desember 12, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Penyakit Anthrax pada tahun 2005 telah menyerang Hewan di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Pada tahun 2006 telah terjadi korban manusia meninggal sebanyak 7 (tujuh) orang di Nusa Tenggara Timur. Pada pertengahan Oktober 2007, Anthrax menyerang hewan (sapi dan kambing) asal Nusa Tenggara Timur di Pati Jawa Tengah dan terjadi korban manusia meninggal yang diduga tertular Anthrax. Jawa Timur harus waspada terhadap ancaman Anthrax dan melarang masuk / transit hewan, bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan yang berasal dari propinsi tertular Anthrax.

I. Anthrax digolongkan sebagai zoonosis yang strategis karena :

1. Berpengaruh terhadap kesehatan manusia dan ketentraman bathin masyarakat.

2. Berpengaruh terhadap skesehatan lingkungan (tercemar)

3. Berdampak negatif terhadap perekonomian dan perdagangan nasional / internasional sistem transaksi dan investasi Luar Negeri

4. Banyak hewan yang mati sehingga menyebabkan populasi menurun.

II. Hewan yang diserang adalah :
Hewan berdarah panas seperti pemamah biak atau ruminansia (kambing, domba, sapi, kerbau), rusa, kuda, babi, babi hutan, burung onta dan satwa liar.

III. Manusia dapat tertular anthrax melalui ;

a. Kontak antara luka pada kulit dan hewan atau produk hewan yang mengandung spora bakteri anthrax.
b. Saluran pernapasan akibat terhirupnya spora bakteri anthrax kedalam saluran pernapasan saat menangani produk hewan (kulit, bulu, dan woll).
c. Saluran percernaan akibat memakan pangan asal hewan yang mengandung spora bakteri anthrax.

IV. Gejala penyakit pada hewan

1. Perakut (sangat cepat) terjadi sangat mendadak dan segera mengikuti kematian, sesak napas, gemetar, kemudian hewan rebah kadang terdapat gejala kejang. Pada sapi kambing dan domba mungkin terjadi kematian yang mendadak tanpa menimbulkan gejala penyakit terlebih dahulu.

2. Bersifat akut (cepat) pada sapi, kambing, domba dan kuda : demam (suhu tubuh mencapai 41,50C), gelisa, sesak napas, kejang, dan diikuti kematian, kadang sesaat sebelum kematian kelaur darah kehitaman yang tidak membeku dari lubang kumlo (lubang hidung, mulut, telinga, anus dan alat kelamin). Pada kuda dapat terjadi nyeri perut (kolik) diare berdarah, bengkak daerah leher dada, perut bagian bawah dan alat kelamin bagian luar.

V. Gejala Penyakit pada manusia

1. Bentuk kulit :bersifat lokal, timbul bungkul merah pucat yang berkembang jadi kehitaman dengan cairan bening berwarna merah. Bungkul dapat pecah dan jadi koreng. Bungkul berikutnya muncul disekitarnya, jaringan disekitar bungkul tegang, bengkak dengan warna merah tua padakulit sekitarnya. Jika tidak diobati penyakit akan berlanjut parah dan dapat menyebabkan kematian akibat septikemia.

2. Bentuk pernapasan ;

a. Sesak napas didaerah dada, batuk.
b. Demam (tidak terlalu tinggi)
c. Dapat menyebabkan kematian jika penderita kekurangan oksigen akibat sesak napas yang hebat

3. Bentuk percernaan :

a. Nyeri dibagian perut
b. Demam, jika tidak diobati dapat menyebabkan kematian akibat septikemia.

VI. Cara Pengendalian

1. Penyembelihan hewan di laksanakan di RPH resmi dibawah pengawasan dokter hewan.
2. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum penyembelihan (ante mortem) dan pemeriksaan kesehatan daging, karkas, jeroan dan kepala setelah penyembelihan (post mortem) oleh dokter hewan atau para medis kesehatan hewan dibawah pengawasan dokter hewan.
3. Hewan yang demam tinggi dan sakit jangan disembelih hanya hewan yang sehat berdasarkan pemeriksaan ante mortem boleh disembelih.
4. Paralatan dan kandang yang kontak dengan hewan yang sakit harus didesinfeksi.
5. Hewan penderita anthrax ;
a. harus diisolasi (tidak kontak dengan hewan sehat lainnya)
b. ditangani dan diawasi oleh dokter hewan atau para medis kesehatan hewan atau petugas yang berwenang.
c. Hewan penderita anthrax dilarang disembelih.
6. Hewan yang mati karena anthrax harus segera dimusnahkan adengan cara dibakar atau dikubur dalam-dalam. Seluruh peralatan dan kandang dimusnahkan atau didesinfeksi

7. Orang yang kontak dengan hewan yang sakit dan mati akibat anthrax harus :
a. Memperhatikan higiene pribadi dan sanitasi lingkungan.
b. Segera berobat ke RSUD atau dokter terdekat.

VII. Kebijakan Teknis

1. Peternak dan Masyarakat :

a. Peternak mengawasi kondisi kesehatan hewannya didaerah endemik, ternak perlu divaksinasi secara rutin.
b. Masyarakat segera melaporkan kepada petugas dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan, jika mengetahui ada hewan penderita anthrax dan pemotongan hewan diluar RPH terutama jika diketahui adanya penyembelihan hewan sakit atau demam tinggi.

2. Membentuk Tim Waspada Anthrax dengan mengoptimalkan kegiatan survailance memanfaatkan Tim PDS – PDR Flu Burung.

3. Larangan masuk hewan, bahan asal hewan, dan hasil bahan asal hewan dari NTT, NTB, Papua, DIJ dan Jawa Tengah.

4. Karantina Hewan dilarang memasukan / transit hewan hidup

Flu Burung

•Desember 12, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Penyakit Avian Influenza (AI) atau lebih dikenal Flu Burung merupakan penyakit burung yang disebabkan oleh virus Influenza tipe A dari Famili Orthomyxoviridae, dapat menyebabkan gejala penyakit pernafasan dari ringan (Low Pathogenic) sama bersifat fatal (high Pathogenic) dan menyerang ayam, itik, entok, kalkun, burung puyuh, species burung dan unggas air lainnya.
Cara Penularan :
Kontak Langsung unggas yang terinfeksi dengan hewan yang peka, masa inkubasi beberapa jam sampai 21 hari
Kontak Tidak Langsung :

  1. Feaces dan sekresi dari hewan sakit
  2. Makanan, air, peralatan dan baju tercemar
  3. Droplet aerosol/cairan/lendir yang berasal dari hidang dan mata
  4. Lewat aerosol (bila konsentrasi yang tinggi dalam pernafasan)
  5. Masuk ke tubuh melalui mulut, hidung dan mata
  6. Lewat udara dalam satu kandang
  7. Unggas air, virus dalam intestinal dan dilepaskan melalui kotoran (faeces)

Tanda Tanda Klinis :

  • Depresi, tak mau makan
  • Kepala/muka bengkak
  • Jengger dan pial kebiruan
  • Leleran hidung, mata
  • Batuk, bersin dan ngorok
  • Diare
  • Mati Mendadak
  • Ptechie (pendarahan titik) pada dada, kaki dan telapak kaki
  • Karakteristik Virus Avian Influenza :
  • Dalam air es suhu 0C bertahan lebih dari 30 hari
  • Dalam air suhu 22C virus dapat hidup selama 4 hari

Virus mati :

  1. Pemanasan 56C selama 3 jam
  2. Pemanasan 60C selama 30 menit
  3. Pemanasan 80C selama 1 menit
  4. Penggunaan desinfektan
  5. Suasana asam

www.disnak-jatim.go.id

Hadiah halah/haram ???

•Desember 12, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pada saat 2 keranjang penuh berisi “Ruthab” diserahkan oleh pesuruh amir Yordania kepada Umar Bin Abdul Aziz, Beliau langsung bertanya dari mana asal dan dengan apa keranjang itu dibawa. Lalu mereka dengan tegas mejawab bahwasanya barang itu berasal dari Amir Yordania dan di bawa dengan mengunakan kendaraan pos. Mengetahui hal itu sang Amirul Mukminin memerintahkan persuruh tersebut agar menjual “Ruthab “ tersebut kepasar dan membagikan hasilnya kepada rakyat. Pesuruh tadi bergegas menuju pasar
Tetapi sebelumnya seorang keponakan dari Umar berbisik kepadanya agar membelikan lagi ruthab tersebut setelah dijual di pasar dan memberiakanya kembali kepada Umar. Setelah pesuruh memberikan ruthab tersebut, Umar RH. Berkata, “ Sekarang aku bisa makan Ruthab ini dengan tenang”.
Sang Amirul Mukminin tidak bersedia menerima hadiah ini karena kapasitas sebagai pemimpin apalagi hadiah tersebut juga dibawa dengan fasilitas negara. Ilustrsi diatas kontras sekali dengan para pejabat dijaman ini. Banyak dari mereka tidak memperdulikan cara ataupun asal dari harta mereka. Apalagi saat mereka ingin memperoleh jabatan yang lebih tinggi ataupun “proyek” yang sengaja dibuat untuk mengenyangkan perut mereka itu. Mereka bahkan menempuh segala cara walaupun mereka tahu bahwa hal tersebut menyalahi aturan yang ada.
Bagi seorang pejabat , orang penting, ataupun orang yang merasa penting tentunya tidak jarang menerima hadiah dari bawahan atau koleganya. mereka menerimanya juga tanpa mengetahui apa tujuan hadiah itu diberikan atau memang mereka tidak mau tahu. Dan sebenarnya apakah mereka memang benar-benar tidak mengetahuinya? Dan apabila sang pejabat sudah tidak lagi menjabat akankan hadiah itu masih ada? Hal ini memang sulit diungkap apakah benar ini hadiah atau ada maksud lain? maka benar langkah pemerintah dalam usahanya menumpas korusi terselubung tersebut. Tak ada lelahnya memang, usaha pamerintah ini. Saat ini mulai ada pelarang menerima parsel lebaran atau hari raya lainnya. Bahkan bila ada pejabat yang mempunyai jabatan juga akan diperiksa sumbangan yang diterimanya.
Dengan langkah yang diupayakan pemerintah ini semoga dapat menghilangkan budaya korupsi di negri Garuda ini. Dalam mencari nafkah juga selayaknya mencari dan memilih yang halal dan baik. Pada saat Umar bin abdul Aziz beliau makan kacang polong dan kacang adas, itu menyebabkan perut sang Amirul Mukminiin kembung. Mengetahui berita ini sahabat dari Amirul Mukminin datang datang dan memberiakan nasihat kepadanya. Orang itu berkata bahwa dalam Al-Qur’an Alloh SWT berfirman
              
“ Makanlah diantara rizki yang baik-baik yang kami rizkikan kepadamu (Al-Baqoroh 172). Kemudian amirul mukminin berkata bahwa maksud dari ayat tersebut adalah penghasilan atau nafkah yang baik bukan makanan yang lezat.
Sungguh mulia hati Amirul mukminin Umar bin Abdul Aziz ini, semoga Alloh memberikan kesempatan untuk para ibu melahirkan umar –umar kecil agar menjadi pemimpin dinegara ini yang dapat membantu sang garuda agar dapat terbang tinggi. Yang selama ini terbaring lemah karena digrogoti oleh oknun kutu busuk berkerah dan berdasi……………………

t_shirt baru

•Desember 4, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

terroris-barak-obama4siapa  Yang beli???

T-shirt

•November 30, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Solo

wong-solo1

waspadalah….

•Mei 23, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

berhati hatilah jika anda tinggal di kos atau asrama. malang tak bisa dihalangi. hal  itulah yang terjadi disebuah pondok pesantren di jogjakarta. malang tersebut menimpa sejumlah santri yang kemasukan pencuri dan berhasil menggondol 5 Hp beserta dompet salah seorang santri malangnya lagi seorang santri tersebut sedang tidur dikamarnya saat pencuri masuk.

kejadian ini terjadi saatiqomat magrib terdengar, kedaan pondokpun mulai sepi hingga orang yang sebelumnya sudah dicurigai berhasil masuk dang menggondol sejumlah barang .

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran  bagi semua orang………………

Leptospira Pomona

•Mei 6, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Leptospira Pomona
Leptospira Pomona pertama kali diisolasi oleh Clayton dan asistennya ( 1937) dari kota Pomona Queensland. Australia. Proses isolasi ini diambil dari penderita demam 7 hari yang diderita oleh pekerja kandang.
Distribusi dan Transmisi
Leptospira Pomona dikenal menyebar keseluruh negara didunia. Jenis ini merupakan serotype yang paling umum ditemukan pada sapi dan babi. Kontak hewan sehat dengan hewan yang menderita leptospiruria diyakinkan sebagai metode transmisi penyakit yang paling penting, walaupun sebagian urin menyebar melalui air yang digunakan di kandang. Leptospira jenis ini masuk melalui membrane mukosa dari hidung, mulut, konjungtiva, dan permukaan kuit yang terbuka ketika hewan itu minum. Penghirupan aerosol yang diproduksi oleh urin dari hewan sakit pada lantai bersemen juga dimungkinkan sebagai sarana penyebaran penyakit.Kasus ini ditemukan setiap bulan selama musim panas dan diyakinkan laju penyebarannya tergantung dari banyak variabel. Meliputi pH air, kualitas sanitasi kandang, dan perubahan cuaca.
Morfologi
Leptospira Pomona sulit dibedakan secara morfologi, dengan panjang rata-rata 8-12µ dan dengan tebal 0,1-0,2µ. Bakteri ini berbentuk spiral dan bergelombang, dengan ujung yang menyerupai kait bakteri ini tidak berflagela, motil secara aktif dengan bentuk gerakan berputar. Leptospira tidak dapat dicat dengan pewarna anilin. Namun giemza dan Hoyer’s Congo Red mampu menampilkan morfologi dari bakteri ini dengan pengecata giemza bakteri ini tercat ungu kemerahan.
Media uji Biokimia
Media yang paling baik untuk menumbuhkan leptospira adalah plat agar darah. Bakteri ini tumbuh maksimum pada suhu 28,5 ̊ – 29,5 ̊ C dengan rentang pH 7-8
Patogenesis
Hospes alami dari bakteri ini adalah manusia sapi, babi, kuda, kambing, dan anjing, sementara hampir semua hewan diketahui cukup rentan. Gejala infeksi akut sangat sedikit, tidak terdeteksi atau dalam bentuk subklinis.
Pada sapi proses variasi penyakit muncul dalam gejala demam turunnya nafsu makan ambing yang lembek dengan turunya produksi susu bahkan susu tercampur darah, abortus, haemoglobinuria, anemia, ikhterus dalam jumlah sedikit dan kematian. Proses infeksi karena bakteri ini hanya bisa dipastikan melalui tes serologis kecuali tingkat abortus sangat sering atau tinggi. Abortus yang terjadi pada usia 2 sampai 3 bulan sering terjadi walaupun kasus epedemik dari abortus, 10 hingga 40% -nya hanya ditemukan 5% yang disebakan oleh leptospira. Haemoglobinuria hanya ditemukan pada ruminant dan berasosiasi dengan hemolisin yang diproduksi leptospira Pomona.
Diagnosis dan Pengobatan
Diagnosis sangatlah penting untuk menyadari bahwa kemunculan antibodi yang mencegah lisisnya agglutinin tidak terlalu penting untuk menunjukkan infeksi walaupun hewan yang sembuh dapat berstatus positif selama setahun. Dengan modifikasi tes hemolisa cox untuk serum sapid an babi menunjukan bahwa hewan yang positif tes tersebut berasosiasi secara dekat dengan tingkat ketahan dari sapid an babi. Sangat menarik bahwa tes tersebut sangat spesifik untuk genus-genus tertentu walaupun infeksi akut karena semua serotype perlu diyakinkan kembali.
Pengobatan

meniran

•Mei 6, 2008 • 1 Komentar

Meniran

bagi anda yang suka dengan tanaman obat pastilah mengenal tanaman ini. Tapi bagi yang kurang berminat dengan hal-hal yang berbau tananaman pasti merasa asing dengan tanaman ini, maka cobalah tengok pekarangan anda. Pasti anda kan dengan mudah menemukan tananman ini yang biasanya tumbuh liar di sembarang tempat.
Meniran
(Phylanthus urinaria, Linn.)
Sinonim:
Phylanthus alatus, Bl. P. cantonensis, Hornem. P. echinatus, Wall. P. lepidocarpus, Sieb.et Zucc P. leprocarpus, Wight.
Familia:
Euphorbiaceae
Komposisi:
Senyawa kimia yang terkandung dalam tumbuhan Meniran : – Zat Filantin – Kalium – Mineral – Damar – Zat Penyamak

Morfologi Meniran :
Batang berbentuk bulat berbatang basah dengan tinggi kurang dari 50 cm. Mempunyai daun yang bersirip genap setiap satu tangkai daun terdiri dari daun majemuk yang mempunyai ukuran kecil dan berbentuk lonjong. Bungat, terdapat pada ketiak daun menghadap kearah bawah. Syarat Tumbuh : Meniran tumbuhan berasal dari daerah tropis yang tumbuh liar di Hutan-hutan, ladang-ladang, Kebun-kebun maupun pekarangan halaman rumah, pada umumnya tidak dipelihara, karena dianggap tumbuhan rumput biasa. Meniran tumbuh subur ditempat yang lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.

Manfaat:
MenyembuhkanPenyakit
Tanaman ini secara tradisional dipercaya bisa menyembuhkan penyakit antara lain radang dan batu ginjal, susah buang air kecil, disentri, sakit ayan, hepatitis, serta rematik. Zat kimia tanaman mi yang sudah diketahul antara lain filantin, hipofilantin, kalium, damar, dan tannin.
Penelitian terbaru tentang meniran mengungkapkan bahwa tanaman ini bisa membantu mencegah berbagai macam infeksi virus dan bakteri serta mendorong sistem kekebalan tubuh. Tanaman ini sudah diteliti dan diproduksi menjadi tablet peningkat daya tahan tubuh. Produknya telah diuji preklinis dan kilnis selama tiga tahun.
Menambah Sistem Imun
Dr. Zakiudin Munasir, Sp.AK, ahil pediatrik imunologi dari Bagian Anak RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, telah melakukan penelitian dan membuktikan bahwa ekstrak meniran membantu meningkatkan kecepatan penurunan demam pada pasien anak penderita infeksi saluran pernapasan atas. Imunomodulator berperan membuat sistem imun lebih aktif dalam menjalankan fungsinya, menguatkan sistem imun tubuh (imunostimulator) atau menekan reaksi sistem imun yang berlebihan (imunosuppressan). “Sehingga, kekebalan atau daya tahan tubuh kita selalu optimal menjaga tetap sehat ketika diserang virus, bakteri, dan mikroba lainnya,” terang DR Suprapto Ma’at MS Apoteker.

Meniran sendiri sudah terbukti secara klinis sebagai terapi ajuvan (pendukung) beberapa penyakit. Seperti TBC, keputihan karena jamur candida albicans, herpes vaginalis, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dan jerawat. (tia)
Cara pemanfaatan :
Cara ini disarankan oleh Dr. Suprapto Ma�at dari Universitas Airlangga yang juga ikut menguji ekstrak tanaman meniran dalam upaya meningkatkan daya tahan tubuh. Ambil satu genggam daun meniran yang terdiri dari akar, batang, dan daun. Tumbuk sampai halus. Kemudian rebus bersama dua gelas air bersih. Tunggu sampai menjadi setengah gelas. Minum sekali setiap hari.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sakit kuning (lever), Malaria, Demam, Ayan, Batuk, Haid lebih; Disentri, Luka bakar, Luka koreng, Jerawat;
1. Sakit Kuning
a. Bahan Utama: 16 Tanaman Meniran (akar, Batang, daun)
Bahan Tambahan: 2 gelas Air Susu
Cara membuat: Tanaman meniran dicuci lalu ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air susu sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.
Cara menggunakan: disaring dan diminum sekaligus; dilakukan setiap hari.

b. Bahan Utama: 7 batang tanaman meniran (akar, Batang dan bunga)
Bahan Tambahan: 7 buah Bunga cengkeh kering, 5 cm rimpang umbi temulawak, 1 potong kayu manis
Cara Membuat: Seluruh bahan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas
Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari.

2. Malaria
Bahan utama: 7 Batang tanaman Meniran lengkap
Bahan tambahan: 5 Biji bunga cengkeh kering, 1 potong kayu manis
Cara membuat: Seluruh bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih.
Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari.

3. Ayan
Bahan Utama: 17 – 21 batang tanaman meniran (akar, batang, daun dan Bunga)
Cara membuat: bahan dicuci bersih, kemudian direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal ± 2,5 gelas.
Cara menggunakan: disaring dan diminum 1 kali sehari sehari 3/4 gelas selama 3 hari berturut-turut

4. Demam
Bahan utama: 3-7 batang Tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga)
Cara membuat: bahan dicuci bersih, kemudian diseduh dengan 1
gelas air panas .
Cara menggunakan: disaring, kemudian diminum sekaligus.

5. Batuk
Bahan Utama: 3 – 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun, bunga)
Bahan tambahan: Madu secukupnya.
Cara membuat: Bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus dan direbus dengan 3 sendok makan air masak, hasilnya dicampur dengan 1 sendok makan madu sampai merata.
Cara menggunakan: diminum sekaligus dan dilakukan 2 kali sehari

6. Haid berlebihan
Bahan Utama: 3 – 7 potong akar Meniran kering
Bahan tambahan : 1 gelas air tajan
Cara membuat: bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih, Kemudian ditambah dengan 1 gelas air tajin dan diaduk sampai rata.
Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

7. Disentri
Bahan Utama: 17 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga )
Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

8. Luka Bakar Kena Api atau Air Panas
Bahan Utama: 3 – 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga)
Bahan Tambahan: 1 Rimpang umbi temulawak (4 cm), 3 buah bunga cengkeh kering, 1 potong kayu Manis.
Cara membuat: Bahan utama ditumbuk halus, dan temulawak diiris-iris . Kemudian dicampur dengan bahan -bahan yang lain dan
direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.

9. Luka koreng
Bahan Utama: 9 – 15 batang meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga)
Cara membuat: Bahan Utama dicuci Bersih dan ditumbuk halus. Kemudian direbus dengan 1 cerek air.
Cara menggunakan: dalam keadaan hangat-hangat dipakai untuk mandi.

10. Jerawat
Bahan Utama: 7 Batang tanaman meniran
Bahan Tambahan: 1 Rimpang umbi kunyit (4 cm)
Cara membuat: Seluruh bahan dicuci sampai bersih dan ditumbuk sampai halus, Kemudian direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.
Cara menggunakan: disaring dan diminum sekaligus, ulangi secara teratur setiap hari.
Manfaat tumbuhan kecil ini dirasa cukup besar bagi masyarakat. Bahkan para peneliti mulai melirik tanaman ini sebagi sumber obat flu, bahkan ada sebuah merk obat flu ternama di Indonesia yang telah mencantumkan nama obat ini sebagai salah satu komposisi obat mereka.Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca.
Penulis.
Sumber :
www.depkes.go.id
www.iptek.net.id
www.suramerdeka.co.id
www.treeofwellness.com

assalamualaikum…………….

•April 8, 2008 • 1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Draft 10 July 2007 (diedit 7 Agustus 2007)
Pokja Peduli Profesi Veteriner PDHI
1
RANCANGAN UNDANG UNDANG
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR ……….. TAHUN………..
TENTANG
VETERINER
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Menimbang: a. Bahwa Tuhan Yang Maha Esa telah menciptakan ekosistem makhluk
hidup yang terdiri dari manusia (homo sapiens), hewan (fauna) dan
tumbuh-tumbuhan (flora) dalam satu lingkungan kehidupan yang
sesuai hukum alam memiliki saling keterkaitan dan ketergantungan
satu sama lain.
b. Bahwa manusia mengemban amanah untuk mengamankan,
mengembangkan dan memanfaatkan hewan beserta ekosistemnya
sebesar-besarnya untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia
dalam rangka mewujudkan ketahanan dan keamanan pangan
nasional, kesehatan masyarakat, perlindungan plasma nutfah dan
pelestarian lingkungan.
c. Bahwa hewan beserta ekosistemnya adalah sumberdaya alam hayati
yang perlu dilestarikan serta dilindungi kehidupan dan kesehatannya,
karena pada hakekatnya berpotensi sebagai induk semang dari agen
penyakit yang dapat ditularkan ke hewan lainnya dan bahkan dapat
menjadi sumber penularan ke manusia (zoonosis).
d. Bahwa untuk mencegah kemusnahan hewan serta keberhasilan
peningkatan populasi dan produksi hewan serta kesejahteraan hewan,
diperlukan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peraturan
perundangan bidang veteriner yang terkini untuk menghadapi
berbagai ancaman mulai dari penyakit hewan menular, zoonosis,
bioterorisme, invasi spesies asing dan adanya penggunaan produk
rekayasa genetika yang berisiko.
e. Bahwa pesatnya pengembangan teknologi informasi, ketatnya
persaingan global, perdagangan bebas dan juga perubahan dalam
penyelenggaraan negara dengan adanya otonomi daerah,
menyebabkan undang-undang yang ada sudah tidak sesuai lagi
sebagai perangkat hukum dalam penyelenggaraan veteriner, baik
lingkup nasional maupun internasional.
f. Bahwa mengkaji substansinya, berbagai undang-undang di Indonesia
yang masih berlaku berkaitan dengan penyelenggaraan veteriner.
g. Bahwa berdasarkan pertimbangan a) sampai dengan f) dipandang
perlu untuk menyusun ketentuan–ketentuan yang terkait bidang
veteriner dalam sebuah undang-undang yang disebut Undang-Undang
Veteriner.